SMA N 1 Tumpang SMA N 1 Tumpang SMA N 1 Tumpang SMA N 1 Tumpang

 

MALANG – Jika mahasiswa wirausaha biasanya didominasi mahasiswa ekonomi, saat ini hampir secara merata pada seluruh fakultas tergerak untuk mengembangkan diri dalam dunia bisnis. Seperti di Universitas Negeri Malang (UM), mahasiswa teknik kini juga mulai banyak berkecimpung dalam bisnis digital. 
“Mahasiswa teknik mulai banyak yang mendaftar wirausaha, karena bidang teknik juga dapat merancang aplikasi online. Usaha seblak saja sudah dipesan online,” ujar Kabag Kemahasiswaan, Drs Taat Setyohadi kepada Malang Post, usai sosialisasi wirausaha pada Maba UM 2018 di Sasana Krida, kemarin.
Sebelumnya, hampir setiap tahun pendaftar wirausaha didominasi mahasiswa ekonomi. Namun, dalam perkembangannya sudah merata di setiap fakultas, seperti mahasiswa teknik yang mulai banyak.

Bahkan, setiap fakultas telah disiapkan tim pendamping bagi para entrepreneur. Diakui Taat, setiap weekend rentang dua minggu sekali selalu ada kegiatan motivasi untuk menjadi entrepreneur.
“Kami menggandeng praktisi di dunia usaha ataupun yang memiliki usaha rintisan untuk memberi pelatihan pada mahasiswa,” tegasnya.
Pada semester awal, mahasiswa baru UM juga mendapat pembinaan dan sosialisasi kewirausahaan khusus. Tujuannya, agar mahasiswa dapat mulai merintis usaha dan mulai menulis proposal kewirausahaan yang nantinya akan diseleksi panitia. Usai diseleksi, proposal yang lolos akan didanai UM.
Jika rancangan proposal mahasiswa belum mengarah pada entrepreneur, maka hasil karyanya dapat diinput untuk program kegiatan mahasiswa (PKM).
“Setiap tahun ada 160-250 proposal yang masuk, tetapi yang didanai hanya 30 usaha saja. Besarnya tergantung dari jenis usahanya, kisaran Rp 4 juta hingga diatas Rp 10 juta,” terang Taat.
Jika belum berkesempatan didanai universitas, maka tim wirausaha akan diupayakan mendapat dana bantuan CSR perusahaan. Untuk itu, proposal wirausaha yang masuk akan diseleksi ketat. Sebab, universitas tak berani menggulirkan dana support tanpa tahu cashflow pemilik usaha.
“Jangan sampai usahanya itu adalah milik keluarganya yang diakui. Termasuk nanti saat sudah didanai juga akan dilakukan monitoring perkembangan usahanya,” tambahnya.
Dalam memupuk jiwa entrepreneur, UM mengajak mahasiswa dalam kegiatan ngaji wisata. Kegiatan ini dilakukan dengan keliling perusahaan rintisan untuk mengedukasi mahasiswa bahwa menjadi pengusaha sukses tak bisa instan karena butuh waktu lama. Peningkatan kapasitas mahasiswa akan dilakukan dalam forum kewirausahaan. 
“Selain prestasi tertulis, dalam merancang Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) mahasiswa, kami member ketentuan adanya keterampilan wirausaha atau memiliki usaha mandiri. Untuk itu, UM punya target melahirkan 20% lulusan yang punya keterampilan wirausaha,” tutup Taat. (ita/udi)