SMAN 1 Tumpang menerima kunjungan dari perwakilan UNICEF, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam kegiatan Skills4Girls yang dilaksanakan pada 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi terhadap kreativitas dan kemampuan digital siswa melalui projek kokurikuler berbasis pemecahan masalah di lingkungan sekitar.
Program Skills4Girls merupakan inisiatif yang mendorong peserta didik, khususnya remaja perempuan, untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, kreativitas, pemecahan masalah, dan inovasi sosial. Program ini telah diterapkan di berbagai sekolah di Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan keterampilan digital bagi siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa SMAN 1 Tumpang mempresentasikan berbagai projek yang lahir dari permasalahan nyata di sekitar sekolah maupun lingkungan rumah. Projek yang dikembangkan tidak hanya berupa produk kreatif, tetapi juga kampanye digital yang memanfaatkan keterampilan teknologi dan media digital sebagai solusi. Selain SMAN 1 Tumpang, terdapat tiga sekolah lain di Jawa Timur yang turut menjadi bagian dari pelaksanaan program Skills4Girls, yaitu SMAN 1 K……….
Sebanyak 24 kelas mengikuti proses pembuatan projek kokurikuler ini. Setelah melalui tahap seleksi dan penyortiran, akhirnya terpilih lima kelompok terbaik yang mendapatkan kesempatan untuk menampilkan hasil karya mereka pada acara Skills4Girls di hadapan tamu undangan.
Salah satu projek yang mendapat perhatian adalah…, yaitu berupa layanan pengaduan bagi siswi yang mengalami kekerasan seksual. Inovasi tersebut dirancang sebagai ruang aman bagi siswa untuk melapor dan memperoleh pendampingan secara lebih mudah dan aman melalui layanan berbasis digital. Selain itu, berbagai projek lain juga menampilkan solusi kreatif terkait pendidikan, kesehatan mental, lingkungan, hingga penguatan literasi digital remaja.
Perwakilan UNICEF memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah sosial dan menghadirkan solusi yang relevan melalui pendekatan teknologi. Mereka menilai ide-ide yang dihasilkan siswa menunjukkan kreativitas, kepedulian sosial, serta kemampuan berpikir kritis yang sangat baik.
Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan keterampilan digital generasi muda. Kehadiran Institut Teknologi Sepuluh Nopember diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk terus mengembangkan inovasi dan melanjutkan pendidikan di bidang teknologi dan digital. Program ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan masa depan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.
