SMAN 1 Tumpang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan benchmarking yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara pada Kamis (12/2/2026). Selain SMAN 1 Tumpang, ada tiga sekolah lain yang juga menjadi contoh pelaksanaan Double Track; antara lain SMAN 1 Turen, SMAN 1 Pagak, dan SMAN 1 Ngantang.
Para tamu undangan diajak untuk melihat secara langsung program keahlian double track dari keempat sekolah, antara lain tata boga, desain grafis, tata busana, dan tata rias. Keempat sekolah tersebut memamerkan produk dan keterampilan siswa-siswinya dalam booth-booth yang sudah tertata di Aula Wishnuwardhana. Selain itu, para tamu juga bisa mencicipi produk yang dihasilkan siswa.

Melalui diskusi, observasi, dan pemaparan program, para tamu undangan melihat secara langsung implementasi pembelajaran keterampilan yang telah berjalan, mulai dari proses pelatihan hingga hasil karya peserta didik.
Kehadiran Kementerian Sosial dan Lembaga Administrasi Negara dalam upaya mengadopsi program double track untuk sekolah rakyat demi menciptakan lulusan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi praktik baik dalam pelaksanaan program Double Track, sebuah program yang memberikan keterampilan tambahan kepada siswa agar siap kerja, siap wirausaha, dan siap melanjutkan pendidikan. Program Double Track tidak hanya membekali siswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Semoga melalui kegiatan benchmarking ini, terjalin sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pendidikan berbasis keterampilan demi masa depan generasi Indonesia yang lebih unggul.
